Perwira menengah Polda Kepulauan Riau AKBP Mindo Tampubulon kini ditahan di Rutan Batam, Kepulauan Riau. Selama di dalam penjara, dia mendapat sel tersendiri karena keselamatannya senantiasa terancam oleh tahanan lain.
Kepala Rutan Batam Anak Agung Gede Krisna menjelaskan, ancaman itu kian terasa saat ada seorang pengunjung yang tiba-tiba memaksa Mindo minum air. Diduga air itu mengandung racun.
"Karena dia polisi, daripada dia mati, jadi diberi ruangan terpisah. Jadi bukan karena kita beda-bedakan, tapi prosedurnya begitu," kata Agung saat berbincang di ruangannya, Kamis (12/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Agung dan para anak buahnya selalu mengawasi Mindo. Terutama saat berinteraksi dengan tahanan lain.
"Bukan apa-apa, dia kan polisi, yang nangkap mereka. Kalau balas dendam gimana? Berat juga tugas kita dititipin dia," terangnya.
Hingga saat ini, Mindo masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam. Agenda sidang pada hari ini rencananya pemeriksaan terdakwa.
Sebagaimana diketahui, Mindo menjadi tersangka pembunuhan istrinya sendiri yang bernama Putri Mega Umboh. Setelah sempat dinyatakan hilang, pihak kepolisian akhirnya menemukan Putri dalam kondisi tewas dibuang di semak belukar di kawasan pelabuhan Telaga Punggur, Batam.
(mad/van)











































