Warga Simeulue, Purwanti (33), mengatakan kondisi mencekam dirasakan saat gempa pertama terjadi, sekitar pukul 15.38 WIB, hingga Rabu (11/4) malam. Saat itu, warga mengungsi di perbukitan.
"Setelah dirasa aman, malam kemarin, warga turun, kembali ke rumah," kata Purwanti kepada detikcom, Kamis (12/4/2012).
Meski demikian, saat itu suasana masih belum normal. Warung-warung yang biasa ramai pada malam hari, tak berani buka. Namun pagi ini, semua berangsur normal.
"Ini warga sudah beraktivitas seperti biasa," kata perempuan yang tinggal di Sinabang ini.
Purwanti menyesalkan informasi-informasi yang membuat warga panik, seperti kerusakan-kerusakan di Simeulue akibat gempa, kemungkinan tsunami besar, serta broadcast yang tidak jelas. Padahal, menurutnya, info-info tersebut seringkali menyesatkan.
"Saya dapat banyak info dari luar, tapi hampir semua tidak dapat dipertanggungjawabkan. Alhamdulillah aman," ungkap Purwanti.
(trw/van)











































