"Ya lihat dia, kemarin aku nanya, 'diapain yang kemarin?' terus dia jawab 'bapak hegh...' (menggerakan tangannya seolah-olah memotong leher-red), takut. Kata dia gitu," terang tetangga Daming yang akrab disapa Mama Andry, saat ditemui detikcom di rumahnya di Jalan Macem Gang Manggis RT 04/10 Kampung Cibitung Kelurahan Pedurenan Kecamatan Mustika Jaya Bekasi, Rabu (11/4/2012).
Mama Andry juga menyatakan, kemungkinan beberapa saat setelah kejadian, dia melihat Daming mandi di kolam belakang rumahnya. Pada saat itu dirinya sudah tidak melihat anaka-anak Daming. Menurutnya setelah mandi, Daming buru-buru pergi dengan membawa kantong plastik merah yang tidak diketahui isinya.
"Aku lihat dia mandi pukul 15.00 WIB di kolam belakang rumahnya keramasan dia. Saya lihat nggak ada anaknya. Sudah mandi sudah rapi, dia ke rumah pak ustad. Pukul 16.30 WIB saya di sawah lihat ngebut dia naik motor bawa kantong plastik merah. Balik saya baru sampai rumah, saya mandi tahu-tahu sudah di rumahnya itu mayat," ucapnya.
Istri Armin sudah hampir dua bulan meninggalkan keluarganya tanpa kejelasan. Selain itu Armin juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Itulah yang membuat dia diduga memiliki beban untuk menghidupi diri dan anaknya dan menjadi penyebab dia tega menggorok leher Feri Arofi (2,5) anaknya sendiri.
Di leher Feri ditemukan luka sayatan cukup dalam dengan menggunakan pisau hingga sepanjang 15 cm. Saat ini jenazah berada di RS Polri Kramatjati untuk diautopsi. Polisi mengamankan pisau dapur beserta sarung dan baju yang terkena bercak darah.
(riz/van)











































