Pantau Dampak Gempa Aceh dari Udara, BNPB Siapkan Boeing 737

Pantau Dampak Gempa Aceh dari Udara, BNPB Siapkan Boeing 737

M Rizki Maulana - detikNews
Kamis, 12 Apr 2012 05:17 WIB
Pantau Dampak Gempa Aceh dari Udara, BNPB Siapkan Boeing 737
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait dalam hal penanganan darurat. Khusus untuk pemantauan dampak gempa yang terjadi di Aceh, BNPB menyiapkan beberapa armada pesawat, termasuk pesawat berbadan lebar jenis Boeing 737.

"Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC PB) yang berada di Halim PK dengan pesawat Hercules telah disiapkan. Demikian pula pesawat Boeing 737, CN 235, Fokker dan lainnya dari TNI telah disiapkan jika diperlukan dilapangan. Helicopter Basarnas yang berada di Sibolga akan melakukan pemantauan besok pagi," terang Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (12/4/2012).

Sutopo menambahkan hingga saat ini tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masih melakukan pendataan dan penanganan bencana. Kondisi sudah mulai berangsur-angsur kembali kondusif. Masyarakat yang tadinya sempat mengungsi, sebagian besar telah kembali ke rumah masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan sementara 4 orang luka ringan di Simeulue dan 1 jembatan putus di Aceh Besar. Listrik di Aceh dan Simeulue telah nyala kembali," imbuhnya.

Menurut BNPB, gempa bumi 8,5 SR yang terjadi pada hari ini Rabu (11/4) pada pukul 15:38:33 WIB di 346 km barat daya Simeulue Aceh telah diikuti gempa susulan sebanyak 16 kali. Gempa pertama dengan 8,5 SR yang diikuti 5 kali gempa. Sedangkan gempa 8,1 SR pada pukul 17:43:06 WIB di 483 km barat daya Simeulue telah diikuti 11 kali gempa.

"Dengan gempa bumi tersebut BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami. Bukan hanya BMKG, PTWC (Pacific Tsunami Warning System) pun di Hawaii juga mengeluarkan tsunami travel times. Potensi tsunami juga berlaku bagi Malaysia, India, Srilanka, Myanmar dan lain-lainnya," tandas Sutopo.



(riz/van)


Berita Terkait