"Di Aceh itu pertama kita peringatan tsunami dengan gempa 8,9 SR, kemudian kita pemutakhiran menjadi 8,5 SR dan terakhir menjadi 8,3 SR itu yang paling tepat," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Pri Haryadi, dalam konferensi pers, Rabu (11/4/2012).
Dengan kekuatan gempa tersebut, menurut Pri, BMKG kemudian mengeluarkan peringatan siaga tsunami. Karena gempa mengakibatkan pergeseran lempeng yang sifatnya mendatar dan tidak mengakibat tsunami yang besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu kemudian masyarakat Aceh diminta untuk mengungsi ke tempat aman. Meski kemudian peringatan dicabut 2 jam setelah gempa.
"Kalau statusnya siaga dan awas itu masyarakat dipersilakan mencari daerah yang aman,"katanya.
Tsunami yang terjadi di Aceh memang tidak cukup besar. "Akibat gempa terjadi tsunami di beberapa wilayah. Sabang dengan ketinggian 20 cm, di wilayah Meulaboh 80 cm, dan wilayah Nias dengan ketinggian 60 cm," kata Kepala BMKG Sri Woro B Harijono, dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2012).
(riz/van)











































