126 Karyawan Garmen di Sukoharjo Keracunan Makanan

126 Karyawan Garmen di Sukoharjo Keracunan Makanan

Muchus Budi R. - detikNews
Rabu, 11 Apr 2012 13:54 WIB
126 Karyawan Garmen di Sukoharjo Keracunan Makanan
Solo - Setidaknya 126 orang karyawan PT Ultima Indonesia di Sukoharjo, Jateng, mengalami keracunan makanan katering yang disediakan perusahaan. Beberapa diantaranya harus menjalani rawat inap di rumah sakit karena kondisinya cukup lemah.

Peristiwa keracunan massal tersebut terjadi pada 150 pekerja yang masuk shift Selasa (10/4) sore hingga malam. Pada saat jam makan malam, kepada mereka mendapat jatah makan yang disediakan pihak perusahaan bekerjasama dengan sebuah katering. Adapun menu makan malam itu adalah nasi dengan dengan lauk telor masak balado dan kerupuk.

Namun sekitar dua jam setelah makan, 126 orang diantaranya mengalami persoalan pencernaan. Sebagian besar mual dan muntah-muntah. Bahkan beberapa diantaranya mengalami persoalan lebih serius hingga pingsan. Oleh pihak perusahaan, 126 orang itu langsung dilarikan ke RS Dr Oen Solo Baru, Sukoharjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Pelayanan Medis RS Dr Oen Solo Baru, Dr Yusuf Candra, mengatakan Selasa malam pihaknya menerima 126 karyawan PT Ultima Indonesia dari Baki, Sukoharjo. Namun hanya 9 orang yang diharuskan rawat inap karena kondisinya cukup lemah. Sedangkan selebihnya diperbolehkan rawat jalan.

"Dari tanda-tanda yang diderita pasien, dugaan sementara karena keracunan makanan. Namun untuk kepastiannya masih dalam penyelidikan. Saat ini tinggal sembilan orang yang dirawat di rumah sakit kami karena kondisinya masih lemah. Nanti kalau sudah membaik akan diperbolehkan rawat jalan," ujar Yusuf kepada wartawan, Rabu (11/4/2012) siang.

Sembilan korban tersebut saat ini masih dirawat di bangsal rawat inap. Selang infus masih menempel di lengan mereka. "Masih terasa pusing dan sedikit mual-mual. Sudah agak membaik tetapi juga masih lemah," ujar Widuri, salah seorang korban.

Sementara itu pihak perusahaan dan pihak ketering telah memberikan kepastian akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban. Bahkan perusahaan yang bergerak di bidang garmen tersebut juga memberikan keringanan untuk istirahat di rumah bagi karyawan yang kondisinya masih cukup lemah akibat keracunan itu.

"Sudah ada pemberitahuan resmi dari perusahaan bahwa karyawan yang masih kurang sehat diperbolehkan istirahat dulu hingga kondisinya fit untuk bekerja kembali. Polisi juga sudah menyelidiki kasus ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan sisa makanan yang dikonsumsi korban sudah dibawa untuk diperiksa di laboratorium," ujar Kepala Sekuriti PT Ultima Indonesia, Jamaluddin, kepada wartawan yang menemuinya.

(mbr/trw)


Berita Terkait