"Itu adalah pendapat yang salah. Sangat naif karena soal pola pikir pemerintah yang sering tidak konsisten soal BBM ini," ujar Ketua DPP Gerindra Martin Hutabarat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2012).
Martin mengatakan pemerintah sebelumnya pernah menaikan harga BBM Rp 6.000. Kemudian pemerintah juga pernah menurunkannya lagi jadi Rp 4.500 pada saat menjelang pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin juga mempertanyakan mengapa bisa pidato SBY di DPP PD yang bersifat internal tersebut bisa bocor ke publik. Martin menilai bocornya pidato presiden tersebut karena dalam internal PD tidak steril.
"Kok pembicaraan presiden bisa bocor? Berarti internal nggak steril lagi. Ada 2 kemungkinan antara sengaja dibocorkan atau partai itu tidak steril lagi," kata anggota komisi III ini.
"Mungkin juga sengaja dibocorkan untuk melihat respon partai lain bagaimana. Ini juga membuat kita makin mengerti posisi Pak SBY di partainya sendiri," lanjutnya.
(mpr/ndr)











































