Hal ini diungkapkan oleh tiga orang saksi meringankan yang dihadirkan Nunun di Pengadilan Tipikor, Jaksel, Rabu (11/4/2012).
Pengusaha katering langganan Nunun, Rice Slamet, mengaku sering melihat Miranda datang ke Cipete. Miranda cukup rutin datang jika ada kegiatan di rumah Nunun.
"Kalau datang, biasa langsung cium pipi kiri kanan," beber Rice.
Kepala rumah Nunun, Lini Suparni, mengatakan hal yang sama. Ia mengaku pernah beberapa kali melihat Miranda datang.
Menurut Lini, Miranda juga pernah datang pada awal bulan tahun 2004 siang hari. Nunun pun berbicara cukup lama dengan Miranda di ruang perpustakaan.
"Tapi saya nggak tahu apa yang dibicarakan," tegasnya.
Kesaksian mereka menjadi penegasan tanggapan Nunun terhadap keterangan Miranda dalam sidang sebelumnya. Nunun saat itu mengaku sebagai seorang sahabat Miranda.
Menurut Nunun, sahabatnya itu pernah meminta agar dicarikan dukungan di DPR supaya lolos jadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Miranda bahkan pernah bicara langsung soal itu.
"Pernah Anda telepon saya untuk minta kenalkan dengan anggota DPR yang saya kenal untuk ketemu di Cipete (kediaman Nunun)," kata Nunun di sidang sebelumnya, Senin (9/4).
"Demi Allah, Anda datang dan bertemu dan bicara langsung sendiri agar dapat diloloskan fit and proper guna menduduki Deputi Gubernur Senior. Saya bangga bisa bantu dan kenalkan dan tidak pernah sangka duduk di sini," jelasnya.
(mok/aan)











































