Golkar: Tidak ada Yang Bisa Mengklaim Opsi 15% dalam Paripurna BBM

Golkar: Tidak ada Yang Bisa Mengklaim Opsi 15% dalam Paripurna BBM

Mega Putra Ratya - detikNews
Rabu, 11 Apr 2012 12:06 WIB
Golkar: Tidak ada Yang Bisa Mengklaim Opsi 15% dalam Paripurna BBM
Jakarta - Presiden SBY mengklaim sebagai yang punya ide dalam opsi kedua paripurna kenaikan BBM yang menyebut selisih harga ICP 15 persen dalam waktu 6 bulan. Namun Partai Golkar menilai tidak ada yang bisa mengklaim ide tersebut.

"Keputusan opsi kemarin tidak ada yang bisa mengklaim, ada aksi dan reaksi, kalau ditanya siapa duluan ayam atau telur kan sulit," ujar Jubir Golkar Nurul Arifin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

Menurut Nurul keputusan paripurna soal kenaikan BBM sudah final dan selesai. Nurul menyerahkan kepada masyarakat yang menilai mengenai opsi yang sudah diputuskan tersebut.

"Itu sudah selesai. Publik yang akan menilai. Pidatonya (SBY) itukan positif," papar anggota Komisi II DPR ini.

Nurul mengatakan dinamika politik menjelang keputusan paripurna saat itu terus naik turun. Sebab, hingga detik terakhir menjelang keputusan, semua fraksi masih melakukan lobi-lobi.

"Di situ detik-detik krusial dan historical. Kami juga deg-degan. Demokrat dukung kita itu surprise," ungkapnya.

Dalam rekaman pidato SBY yang bocor saat bertemu dengan para kader PD, presiden menceritakdengan detil detik-detik proses penentuan opsi kedua yakni memperjuangkan selisih harga ICP sebesar 15 persen dari asumsi selama 6 bulan.

"Kurang dari 30 menit saya monitor melalui proses telpon-menelpon, diberitahukan akan ada 3 opsi," kata SBY.

"Jadi itu bukan ide Golkar, dan kami bermain 15 persen, meskipun saya tahu Demokrat masih patuh pada Banggar, jadi 15 persen bukan monopoli dan ide Golkar," tegasnya.

(ega/ndr)


Berita Terkait