4 WNI Pembawa 120 Imigran Gelap Ditangkap, Terancam 15 Tahun Bui

4 WNI Pembawa 120 Imigran Gelap Ditangkap, Terancam 15 Tahun Bui

Chazizah Gusnita - detikNews
Rabu, 11 Apr 2012 11:05 WIB
4 WNI Pembawa 120 Imigran Gelap Ditangkap, Terancam 15 Tahun Bui
Jakarta - Warga Negara Indonesia (WNI) yang ketahuan membawa imigran gelap masuk ke Indonesia akan dijerat Pasal 120 UU No 6 tahun 2011 tentang imigrasi. Seperti yang dialami 4 WNI ini, mereka ketahuan membawa 120 imigran gelap Afghanistan.

"4 Orang itu kita amankan ke Polair Banten. Selanjutnya diproses dan benar mereka pembawa kapal itu," kata Kabag Bin Ops Dit Polair Polda Banten AKBP Taswin saat dihubungi detikcom, Rabu (11/4/2012).

Taswin mengatakan 4 pembawa imigran gelap ini adalah YL, AL, YP, dan JS. Ke empatnya adalah warga Nusa Tenggara Timur (NT). Mereka membawa imigran gelap ini atas perintah seseorang yang masih buron.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka disuruh seseorang bawa imigran dari Kupang ke Jakarta, selanjutnya menyeberang ke Australia," jelasnya.

Ke empatnya hanya dibekali uang Rp 400 ribu. Karena makanan dan lainnya sudah tersedia di dalam kapal. Jika imigran gelap tersebut sudah sampai ke tujuan, mereka akan diberi uang masing-masing Rp 20 juta.

"Rencananya dijanjikan akan dibayar tapi sebelum berangkat tidak diberikan apa-apa cuma Rp 400 ribu itu saja untuk berempat," jelasnya.

Atas tindakannya, mereka terancam 5 hingga 15 tahun penjara. Hingga kini mereka ditahan di Polair Banten.

Seperti diketahui kapal pembawa 120 imigran gelap tenggelam setengah di perairan Tanjung Lesung, Serang, Banten. Kapal penolong yang patroli di sekitar Tanjung Lesung dan kapal Polair Banten mengevakuasi 120 imigran dari Afghanistan tersebut.

120 Pria ini lantas dibawa ke Pelabuhan Merak. Di Pelabuhan Merak, mereka diinapkan di sebuah hotel. Polisi lalu melakukan serah terima kepada pihak imigrasi untuk menindaklanjuti 120 imigran gelap ini.

(gus/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini