Soal Irak, Filipina Terancam Pengurangan Bantuan AS

Soal Irak, Filipina Terancam Pengurangan Bantuan AS

- detikNews
Selasa, 10 Agu 2004 13:18 WIB
Jakarta - Filipina terancam akan mendapat pengurangan atau penundaan bantuan pembangunan dari Amerika Serikat. Ini sebagai akibat keputusan pemerintah Manila menarik mundur pasukan Filipina dari Irak bulan lalu.Demikian diungkapkan seorang diplomat senior Filipina seperti diberitakan AFP, Selasa (10/8/2004).Departemen Luar Negeri (Deplu) Filipina telah mengingatkan Presiden Gloria Macapagal Arroyo akan reaksi balas dari Washington sehubungan dengan keputusannya memulangkan pasukan untuk menyelamatkan nyawa sandera Filipina, Angelo dela Cruz.Washington menyatakan sangat kecewa dengan keputusan Arroyo tersebut. Deplu Filipina yakin bahwa Washington akan mengurangi atau menunda bantuan pembangunan untuk Manila. Demikian ujar diplomat yang enggan disebutkan identitasnya itu."Namun reaksinya tidak akan drastis. Kami akan merasakan efeknya sedikit demi sedikit," ujar diplomat Filipina tersebut.Sebelumnya, Duta Besar AS untuk Manila, Francis Ricciardone mengatakan kepada wartawan bahwa "perselisihan yang sangat serius" antara kedua sekutu tersebut menyangkut penarikan militer telah mendatangkan "pengaruh pada kepentingan kami dan juga kepentingan Filipina serta sekutu-sekutu kita serta kepentingan Irak."Hal tersebut diungkapkan Ricciardone usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Filipina Delia Albert, Senin (9/8/2004) kemarin. Namun diimbuhkannya, AS dan Filipina akan bekerja sekeras mungkin menyangkut semua hal yang penting bagi kedua negara.Badan Pembangunan Internasional AS telah menyediakan lebih dari empat miliar dolar AS sebagai bantuan bagi Manila selama 30 tahun terakhir ini. Filipina juga merupakan negara penerima terbesar keempat bantuan militer asing AS. Tahun lalu saja bekas jajahan AS itu memperoleh 114,46 juta dolar. (ita/)


Berita Terkait