Rumah Pensiunan Brimob DIY Dibongkar, Warga Bakar Ban

Rumah Pensiunan Brimob DIY Dibongkar, Warga Bakar Ban

- detikNews
Selasa, 10 Agu 2004 13:24 WIB
Yogyakarta - Warga pensiunan Brimob DIY berang lantaran rumahnya mau dibongkar. Mereka membakar ban, meja, dan kursi. Mereka juga kesal karena habis manis sepah dibuang setelah Pilpres. Lho, maksudnya?Peristiwa berawal pukul 09.00 WIB, Selasa (10/8/2004), saat 2 kompi Brimob Polda DIY mengosongkan rumah Bapak Salam yang saat itu tidak ada di rumah yang berada di Asrama Brimob Baciro Gondokusuman Yogyakarta.Dua kompi Brimob itu langsung membongkar teras depan rumah, kamar dan dapur, serta kamar mandi rumah Bapak Slamet dengan alasan melanggar batas dengan Kompleks Markas Brimob.Karena pemiliknya tidak ada di rumah, secara spontan sekitar seratusan warga dari 40 KK, terutama di RT 38, langsung melakukan perlawanan sebagai bentuk solidaritas.Dengan raut wajah penuh emosi, warga mencaci maki para petugas yang melakukan proses pembongkaran. Warga kemudian meluapkan kekesalannya dengan membakar beberapa buah ban bekas, meja, dan kursi di depan Kantor Markas Brimob di jalan Melati Kulon, atau sekitar 50 meter dari lokasi pembongkaran.Disuruh Pilih MegaMengetahui rumahnya dibongkar, Ibu Salam yang tiba dari bepergian berteriak histeris sambil mencaci maki anggota Brimob yang melakukan pebongkaran. Bahkan ada pula seorang warga yang berteriak mengungkit-ungkit masa Pilpres putaran pertama."Dulu saat Pilpres kita disuruh-suruh, dibujuk-bujuk pilih Mega-Hasyim. Tapi setelah Pilpres, justru kami disgusur tanpa kemanusiaan," jerit seorang ibu. Mendengar itu, beberapa warga spontan menanggapi dan mengiyakannya. "Betul itu," seru mereka.Hingga pukul 13.05 WIB, polisi memblokir jalan Melati Kulon, tepat di depan Markas Brimob dan berupaya memadamkan api. Sedangkan warga yang terancam digusur juga masih berkumpul di sekitar lokasi.Menurut salah seorang warga Ny Sumarman, yang suaminya merupakan pensiunan Brimob, pihaknya sebenarnya bersedia pindah dari Asrama Brimob. Tapi dengan catatan, uang pesangon yang diberikan memadai. "Uang pesangon yang ditawarkan hanya Rp 1 juta," keluhnya.Padahal menurut keterangan beberapa warga, pesangon Rp 15 juta diberikan oleh Polda DIY pada warga asrama lain, terutama yang menempati kompleks polisi di lokasi lainnya di DIY. Di Asrama Brimob Baciro Gondokusuman Yogyakarta diperkirakan ditempati sekitar 90 KK warga pensiunan Brimob dan polisi. (sss/)


Berita Terkait