Selain itu pendemo juga meminta KIP dan Panwaslu menindaklanjuti kecurangan yang diduga dilakukan pasangan Ibnu-Hasyim. Alasannya, pasangan itu diduga menggunakan politik uang. Selain itu pendemo menyebutpetugas PPS di Kecamatan Trangon membawa tong hasil pemungutan suara ke rumah timses Ibnu.
Untuk menghalau aksi massa, polisi beberapa kali tembakan peringatan.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Gustaf Leo membenarkan adanya insiden pengepungan dan pelemparan batu yang di lakukan warga Gayo Lues.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi dibantu aparat TNI bersiaga di lokasi untuk menenangkan massa dan dapat memberikan kejelasan terhadap permasalahan itu.
(fdn/fdn)










































