SBY: Opsi 15% Dalam Paripurna BBM Itu Ide Saya

Pidato SBY di PD Bocor

SBY: Opsi 15% Dalam Paripurna BBM Itu Ide Saya

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2012 21:09 WIB
SBY: Opsi 15% Dalam Paripurna BBM Itu Ide Saya
Jakarta - Selama ini, Partai Golkar selalu mengklaim sebagai pengusung opsi kedua dalam rapat paripurna kenaikan BBM, yakni selisih harga ICP 15 persen dalam rata-rata waktu 6 bulan. Namun klaim itu dipatahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia merasa berperan dalam ide tersebut. Bagaimana ceritanya?

Dalam rekaman pidato SBY yang bocor saat bertemu dengan para kader Partai Demokrat, Selasa (10/4/2012), SBY menceritakan dengan detil detik-detik proses penentuan opsi kedua, yakni memperjuangkan selisih harga ICP sebesar 15 persen dari asumsi selama 6 bulan.

"Kurang dari 30 menit saya monitor melalui proses telepon-menelepon, diberitahukan akan ada 3 opsi," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Opsi pertama adalah penolakan yang diusung oleh PDIP, Gerindra, dan Hanura. Mereka kompak menolak kenaikan BBM dengan cara menghindari amandemen APBNP 2012 pasal 7.

Opsi kedua, disampaikan oleh Partai Golkar dengan pilihan 15 persen enam bulan. Sementara opsi ketiga yakni dari partai koalisi minus PKS dan Golkar adalah 10 persen selama enam bulan.

"PKS tidak jelas saat itu," cerita SBY.

Menurut SBY, tiga opsi bukanlah pilihan yang baik karena ada kemungkinan dua putaran dan perubahan sikap dari Golkar serta PKS. Sementara waktu sudah semakin menipis, yakni 30 menit menuju pukul 00.00 WIB, batas akhir penentuan rapat paripurna.

"Kalau dua putaran, Golkar mengatakan pada saya, nanti kami abstain yang kedua. Siapa yang bisa menjamin, belum faktor PKS ke mana arahnya. Ternyata betul, mereka tidak jelas. Tinggal 30 menit saya harus mengambil keputusan," jelas SBY.

"Itu detik-detik yang paling menentukan. Kalau kita buka tiga opsi, bisa give and lose, banyak sekali orang ingkar janji," sambungnya.

Singkat cerita, SBY pun menyetujui opsi kedua yang sempat dilemparkan Golkar. Malam itu juga, SBY berembuk dengan para menteri asal parpol yang diundang ke istana, lalu menelepon Ketum Golkar Aburizal Bakrie yang sedang di Papua.

Namun, SBY menegaskan pada para kadernya yang hadir saat itu, opsi kedua bukanlah ide Golkar seperti yang selama ini diklaim. Itu juga merupakan pemikiran SBY setelah berdiskusi dengan para menteri.

"Jadi itu bukan ide Golkar, dan kami bermain 15 persen, meskipun saya tahu Demokrat masih patuh pada banggar, jadi 15 persen bukan monopoli dan ide Golkar," tegasnya.

Menurut SBY, di internal Golkar terjadi kegaduhan luar biasa akibat opsi kenaikan BBM ini. Hal tersebut kemudian dibenarkan oleh salah satu menteri dari Golkar yang hadir bersama SBY. Hingga akhirnya keputusan pun tercapai.

"Akhirnya hasil akhirnya baik," imbuh SBY disambut tepuk tangan anggota Demokrat.


(mad/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads