Cerita dinamika politik menjelang sidang paripurna DPR tentang kenaikan harga BBM diungkap SBY saat berpidato di depan para politisi Partai Demokrat (PD). SBY mengaku menjelang sidang paripuna ada lebih dari satu parpol di koalisi yang berubah-ubah, memiliki agenda tersembunyi. Dia pun akhirnya memimpin langsung lobi politik, sampai begadang selama dua hari.
Pengakuan SBY ini merupakan bagian rekaman pidato SBY di depan politisi PD pada 1 April 2012 lalu di kantor DPP PD yang bocor ke wartawan, Selasa (10/4/2012). Belum diketahui siapa yang membocorkan rekaman pidato SBY yang berdurasi 28 menit 57 detik itu. Yang jelas, forum yang dihadiri SBY itu merupakan forum internal DPP PD.
SBY menyampaikan cerita dinamika politik kepada para politisi PD untuk memompa semangat para politisi PD pasca sidang paripurna BBM. SBY memulai cerita dinamika politik ini dengan kisah pertemuan dengan para ketua umum parpol anggota koalisi di Cikeas di pertengahan Maret 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya saat konferensi pers tidak terlalu cepat mengatakan bahwa koalisi sudah kompak. Tetapi pada proses berikutnya, saya melakukan komunikasi intens, dan di situ mulai berubah-ubah. Saya telepon lagi beberapa di antaranya. Setelah 2-3 hari berubah lagi," sambung SBY.
SBY menyindir dan menyesalkan sikap parpol yang berubah-ubah itu. "Lebih baik bilang kami belum sepakat dengan platform Anda. Itu akan saya lebih hargai daripada iya iya terus, sampai akhirnya voting pun berubah total," ujar SBY.
Lobi-lobi pimpinan parpol terus dilakukan menuju 30 Maret 2012 hari H sidang paripurna. "Sebenarnya saya dapat laporan tiap hari selama saya berada di Beijing dan Seoul. Sekali lagi naluri saya mengatakan it is not that easy, tidak semudah itu. Sampailah pada tanggal 29 April, dilaporkan kepada saya everything is to be ok," tegas SBY.
Sesaat setelah mendarat di Jakarta pada 29 April sore hari, Presiden SBY kemudian menggelar rapat di bandara Halim Perdanakusumah selama 1,5 jam dengan para menteri dan pihak-pihak terkait mengenai perkembangan politik tentang sidang paripurna rencana kenaikan harga BBM. Saat itu, SBY mendapat laporan bahwa parpol koalisi masih kompak.
Setelah rapat berakhir, kata SBY, ternyata masih banyak dinamika politik yang terjadi. "Tapi saya makin tahu sebenarnya sebagian koalisi dari kita, bukan hanya satu partai, masih memiliki agenda-agenda tersembunyi," kata dia. Namun SBY tidak menjelaskan apa agenda-agenda tersembunyi tersebut dan tidak menyebut nama parpol itu.
Biasanya, lanjut SBY, dirinya memiliki waktu satu hari istirahat untuk melakukan konsolidasi setelah melawat ke luar negeri. "Tapi saat itu tidak. Saya pada 29 (Maret) malam hari sampai jam 03.00 subuh. Pagi berangkat lagi, dan tanggal 30-nya sampai jam 03.00 subuh lagi. Yang saya ceritakan adalah liku-liku 30 Maret dari pagi, siang, sore, hingga malam hari. Ini medan politik kita. Di situlah saya menguji kepribadian, kepribadian dari para politisi kita," kata SBY.
Seharusnya, kata SBY, seorang presiden tidak harus turun langsung dalam lobi-lobi politik. Namun, karena sidang paripurna BBM ini sangat penting, SBY terpaksa memantau lobi politik.
"Presiden sangat jarang engage langsung, hand on. Tapi kemarin saya pimpin langsung, karena berbahaya. Kalau sampai UU ABPN-P ini tidak tembus, ekonomi kita sangat terganggu. Dan itu ditunggu mereka. Biarkan SBY yang dari Demokrat tidak diberikan kewenangan UU untuk melakukan segala sesuatunya, sehingga akan kolaps," tegas dia.
(asy/gah)











































