Wiranto Jaim, Gus Solah Muram Tanggapi Putusan MK

Wiranto Jaim, Gus Solah Muram Tanggapi Putusan MK

- detikNews
Selasa, 10 Agu 2004 12:52 WIB
Jakarta - Bicara soal perasaan memang sulit. Menanggapi penolakan MK, Wiranto bersikap jaim (jaga imej) dengan memberikan jawaban panjang dan diplomatis. Sedangkan Gus Solah mengaku tidak kecewa, namun dengan raut wajah muram dan nada sedih.Keduanya ditemui wartawan sebelum mengikuti acara pertemuan antara pimpinan Partai Golkar, PKB, dan Wiranto-Gus Solah, beserta tim sukses di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (10/8/2004)."Kerja politik yang saya lakukan setelah Pilpres putaran pertama sudah selesai. Di mana saya minta penjelasan terhadap berbagai masalah kecurangan. Dan kita sudah mendapat semua jawaban dari MK dan MA," kata Wiranto yang tampak selalu berusaha tersenyum menutupi kegalauan hatinya.Dijelaskan dia, MK menolak hal yang menyangkut kuantitatif. Sedangkan yang menyangkut kualitatif menjadi atensi agar KPU ke depan dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik."Di sini saya melihat ada nilai positif dari kerja politik yang saya lakukan. Tapi yang belum dapat diselesaikan dengan tuntas adalah permohonan penjelasan saya menyangkut surat edaran KPU nomor 1151," ujarnya.Bagi MK, tutur Wiranto, surat edaran KPU yang mengesahkan surat suara tercoblos cover dan meminta perhitungan ulang itu merupakan sesuatu yang sangat kontroversial dan mendapat anjuran penyelesaiannya di MA."Kita juga sudah mendapat putusan, MA merasa tidak berhak untuk menyelesaikan masalah itu. Jadi masih ada satu yang masih belum kita selesaikan. Tapi dari awal saya katakan, apapun putusannya akan kita hormati dan terima dengan besar hati, legowo, dan ikhlas," ucapnya.Langkah selanjutnya, Wiranto merasa perlu melakukan pembicaraan dengan parpol yang mendukungnya sebagai capres dan Gus Solah sebagai cawapres."Hari ini adalah pertemuan yang ketiga kalinya dengan pimpinan parpol Golkar dan PKB. Kita baru akan melakukan pembicaraan kemana kita akan mengarah, dan apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi Pilpres putaran dua," katanya.Akan ada kerja sama bareng lagi? "Ini baru akan kita bicarakan. Tapi kita akan mencari kesamaan-kesamaan antara kedua parpol. Kalau ketemu kesesuaiannya, kita akan menentukan pilihan," jawab Wiranto."Langkah lain, saya akan bertemu dengan calon-calon pemimpin negeri ini, baik SBY dan Mega. Tapi belum ada skedul yang pasti," ungkapnya. Mau dukung siapa? tanya wartawan. "Saya belum menentukan," tukas Wiranto singkat.Ada keinginan mencalonkan diri menjadi ketua umum Partai Golkar? "Wah, itu belum saya pikirkan. Masih banyak langkah politik yang harus dilakukan," elak Wiranto.Sedangkan Gus Solah mengaku tidak kecewa dengan putusan MK yang menolak gugatan klaim atas kepemilikan lebih dari 5 juta suara di atas perolehan suara Mega-Hasyim. Namun nada suaranya terdengar sedih, dan raut wajahnya muram."Saya tidak kecewa. Hidup memang begitu, ada menang ada kalah. Saya kira itu biasa. Tapi dari kemarin di MK, saya melihat ada hal-hal yang perlu kita perbaiki, terutama masalah perhitungan suara," katanya.Apalagi untuk Pilpres putaran dua pada 20 September nanti, lanjut dia, suara untuk kedua calon akan lebih ketat. Jadi jangan sampai terjadi hal-hal yang berbau penyimpangan.Kecewa dengan KPU? "Tidak. Kita selalu menghormati KPU karena KPU sudah bekerja dengan segala kendala yang ada. Tapi memang masih ada perbaikan yang harus dilakukan," ujar pria bernama lengkap Salahuddin Wahid ini.Merasa digembosi nggak? "Ah tidak. Tapi kita jangan lihat ke belakang lagi, buat apa," kilahnya.Solah mengaku belum tahu materi pertemuan yang dilakukan pimpinan Partai Golkar, PKB, dan Wiranto-Gus Solah, beserta tim sukses hari ini."Itu akan kita lihat nanti. Secara pribadi, saya juga belum akan memikirkan akan mendukung siapa. Bahkan saya belum tahu pasti akan terus berpolitik atau tidak. Minggu depan baru saya akan menulis buku," demikian Solah. (sss/)



Berita Terkait