Calon Mahasiswa Miskin Jangan Takut Masuk UI
Selasa, 10 Agu 2004 12:32 WIB
Jakarta - Ketua Program Pasca Sarjana UI Prof.Dr.dr.Wahyuning Ramelan menganggap wajar aksi mahasiswa UI yang menentang SK Rektor mengenai uang pangkal/admission fee Rp 5-25 juta bagi mahasiswa baru.Tapi dia juga menyatakan bahwa SK itu harus tetap dipertahankan dan tidak perlu dicabut. Hal itu dikatakan Wahyuning pada detikcom di sela-sela pertemuan dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Gani di Kampus PTKI, Jl.Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (10/8/2004)."Sebenarnya dalam hal tertentu, saya bisa mengerti kebijakan universitas. Jangan dinilai sebagai upaya untuk menjegal keinginan mahasiswa pandai untuk masuk UI. Jadi menurut saya, tidak perlu dicabut SK tersebut," paparnya.Anggapan bahwa dengan biaya mahal, mahasiswa yang pandai tapi dari golongan miskin, tidak bisa masuk UI adalah anggapan yang salah. Karena justru UI lebih mencari lulusan SMU yang pandai untuk diterima."UI menginginkan mahasiswa yang pandai untuk belajar di situ. Jadi mahasiswa yang merasa kurang mampu, jangan merasa berkecil hati. Justru mereka harus masuk UI dan mengajukan permohonan beasiswa seperti pembebasan uang pangkal dan SPP," jelas Wahyuning.Meski demikian, UI sebagai universitas otonom, juga harus berusaha mencari tambahan dana untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan.Wahyuning bisa menerima demo mahasiswa menolak uang pangkal. "Tapi saya harapkan mahasiswa bisa menerima dengan baik keputusan pihak universitas. Mudah-mudahan setelah bertemu dan ada penjelasan, bisa ada saling pengertian di kedua belah pihak. Dan bila melakukan demo, jangan sampai membuat masyarakat umum terganggu seperti kemarin itu," demikian Wahyuning.Demo ribuan mahasiswa UI digelar di Kampus Depok pada Senin kemarin. Demo ini dengan memblokir jalur yang mengakses ke kampus sehingga lalu lintas terhambat. Meski didemo, tapi SK uang pangkal itu tetap berlaku.
(nrl/)











































