Pengungsi Mengamuk di Kantor Gubernur Maluku
Selasa, 10 Agu 2004 12:00 WIB
Ambon - Sekitar 50 pengungsi asal Namlea, Kabupaten Buru, Selasa (10/08/2004) pukul.12.00 WIT mengamuk di kantor Gubernur Maluku Jl Pattimura, Ambon. Mereka menyesalkan persoalan penanganan pengungsi yang dirasakan tumpah tindih.Para pengungsi menilai Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku telah melakukan adu domba antarpengungsi dengan membentuk tim baru penanganan pengungsi Buru yang saat ini menempati kamp pengungsi Rimba Raya Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon.Perdebatan sengit penuh emosi berlangsung di depan ruang asisten II Setda Maluku akhirnya menarik perhatian para pegawai kantor Gubernur dari ruangan lain. Para peagwai keluar dari ruang kerjanya dan asyik menyaksikan perdebatan tersebut.Salah satu pengungsi, Ny Dias (43), menuturkan, sejak awal sudah ada tim yang dibentuk secara resmi oleh Klasis Gereja, dan itu sudah disetujui oleh masyarakat maupun pihak Dinsos sendiri. Bahkan tim yang sudah lama dibentuk itu sudah melakukan tugas-tugas terkait penanganan pengungsi."Aneh, kenapa Kadis Sosial bentuk lagi tim yang baru, ada apa ini. Ini kan mengadu domba kami para pengungsi sendiri," tandasnya heran.Dikatakannya, pembentukan tim pengungsi baru telah melahirkan perkelahian antarpengungsi. "Para pengungsi tidak tahu lagi mana tim yang benar atau yang seharusnya menangani persoalan kami," ujarnya penuh emosi.Dipaparkan Dias, para pengungsi asal Namlea yang tersisa berjumlah 566 kepala keluarga aau 2.524 jiwa. Sebelumnya pengungsi ini menempati barak Asrama Militer TNI-AD OSM, namun dengan kebijakan pihak Kodam XVI Pattimura, maka pengungsi tersebut dikeluarkan dan dipindahkan ke Kamp Rimba Raya Passo.Menyikapi pengungsi yang emosional, Kepala Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku, A. Rahim Uluputty menanggapi santai. Menurutnya, aksi para pengungsi merupakan sebuah dinamika kehidupan manusia yng harus disikapi secara manusiawi. "Kita sikapi dengn manusiawi. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya. Menurutnya, hingga saat ini data pengungsi selalu simpang siur, tapi pihaknya selalu mengakomodir.Untuk itu, dirinya berkeinginan untuk melibatkan semua orang yang memiliki data. "Kita sekarang berada dalam penyelesaian data. Harus ada data yang benar," kata dia. Uluputty juga berjanji akan menemui pengungsi asal Buru itu, Jumat mendatang.
(nrl/)











































