Pemprov DKI: Orang Tersetrum Itu Kecelakaan, JPO Tetap Lebih Aman

Pemprov DKI: Orang Tersetrum Itu Kecelakaan, JPO Tetap Lebih Aman

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2012 15:59 WIB
Jakarta - Menyeberang jalan tanpa menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) berisiko tertabrak kendaraan. Namun Senin (9/3) lalu, M Ebon, malah tewas tersetrum di JPO di Jalan Terusan Kuningan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Jubir Pemprov DKI, Cucu Ahmad Kurnia, mengatakan apa yang menimpa Ebon adalah kecelakaan. Karena itu, warga Ibukota diminta tetap menggunakan JPO ketika menyeberang. Sebab dengan menggunakan JPO saat menyeberang akan mengurangi potensi tertabrak kendaraan.

"Kecelakaan itu tentu tidak kita harapkan. Jangan ragu untuk menggunakan jembatan itu. Insya Allah lebih aman," ujar Cucu kepada detikcom, Selasa (10/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan jika ada sesuatu yang mencurigakan di JPO sehingga membuat enggan menggunakannya, diharapkan melapor kepada petugas terdekat. Misalnya saja jika menjumpai eksibisionis di JPO atau sekumpulan orang yang mencurigakan.

"Juga kalau melihat ada kabel menjuntai atau terkelupas dan diperkirakan bisa membahayakan, segera dilaporkan. Karena petugas terkadang tidak tahu kalau tidak mendapat laporan dari masyarakat pengguna jalan," papar Cucu.

Ada kemungkinan memberikan santunan kepada Ebon? "Kemungkinan itu nanti Dinas Pertamanan yang mengurus. Saya juga belum mendapat laporan apakah yang bersangkutan itu pegawai negeri, honorer atau outsourcing," kata Cucu.

M Ebon (21), seorang petugas kebersihan, tewas akibat tersetrum aliran listrik di JPO di Jalan Terusan Kuningan. Ebon tewas setelah memegang besi pegangan jembatan itu. Setelah diperbaiki masalah listriknya, kini JPO itu aman digunakan.

(/nrl)


Berita Terkait