Jubir KPK Johan Budi mengatakan Irjen Kemenkum HAM Sam L Tobing beserta tim datang ke KPK untuk mengecek kondisi rutan pada 2 pekan lalu.
Setelah melakukan pemeriksaan, tim tersebut menyimpulkan ada beberapa spesifikasi di rutan yang masih belum memenuhi syarat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendapat masukan itu, tim KPK langsung melakukan pembenahan. Rutan yang awalnya akan mulai dipakai pada pertengahan Maret ini pun baru bisa mulai dipakai pekan lalu.
"Kita memerlukan waktu untuk pembenahan. Sekarang sudah bisa dipakai," ujar Johan.
Ruang tahanan KPK ini berada di lantai basement Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Luasnya mencapai 80 meter persegi, terdiri dari tiga kamar tahananyang masing-masing berukuran 3,1 x 3,5 meter.
Menariknya total uang yang dikeluarkan KPK untuk rutan tersebut hanya sebesar Rp 20 juta. Pengeluaran dapat ditekan sedemikian kecil karena banyak mengoptimalkan properti bekas seperti kasur dan ranjang milik penyidik.
Selain itu, minimnya pengeluaran KPK untuk membangun rutan ini juga karena lembaga antikorupsi tersebut tinggal melakukan renovasi, bukan membangun dari awal. Ruang gudang yang ada di basement, disulap menjadi tiga kamar rutan, tiga toilet plus satu ruang tengah.
Ketika wartawan diberi kesempatan untuk meninjau terlihat, pada masing-masing kamar rutan, hanya dilengkapi sebuah tempat tidur dan sebuah meja. Untuk kelancaran sirkulasi udara, dipasang exhaust fan di dinding. Ada pula satu unit pendingin ruangan yang dipasang di luar kamar tahanan.
Untuk persoalan keamanan, rutan khusus tahanan KPK ini dilengkapi CCTV di setiap sudutnya. Petugas keamanan, kata Johan, berjaga selama 24 jam. Para petugas rutan, lanjutnya, akan memastikan para tahanan tidak membawa fasilitas komunikasi maupun fasilitas tambahan lain seperti kulkas atau televisi dan laptop.
Tenaga security akan dikoordinasikan dengan lembaga terkait seperti Kementerian Hukum dan HAM serta Kepolisian. "Di KPK ada tiga tipe pengamanan, pengamanan dalam, pengawal tahanan, ada polisinya, ada Brimob. Kalau pengamanan ekstra, kita bisa minta ke Brimob," katanya.
(/aan)










































