"Kita sedanga dalami berbagai info yang masuk, sampai jelas nantinya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Untuk menyelidiki lebih lanjut dugaan tersebut, aparat polisi telah membentuk tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Utara dan Polres Jakarta Pusat. Polisi juga berkoordinasi dengan TNI AL terkait hal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rikwanto menyatakan, tiga peristiwa pengeroyokan di tiga lokasi itu saling berkaitan. Munculnyan pengeroyokan di SPBU Shell Sunter pada tanggal 7 April dan pengeroyokan pada tanggal 8 April di Kemayoran merupakan aksi balas dendam peristiwa yang terjadi sebelumnya pada 31 Maret yang menewaskan anggota TNI AL, Kelasi Arifin.
"Tiga kejadian ada kaitannya. Kita analisa terjadi pembalasan pada tanggal 7 april, akibatnya Reza dan Zaenal tewas. Berlanjut keesokannya di Benyamin Sueb, lima orang luka berat. Korban pertama merupakan kelompok tanda putih di pipi jadi korban, kemudian tanggal 7 dan 8 jadi efek pemabalasan. Ini kita dalami korban pertama dan berikutnya siapa pelakunya," paparnya.
(mei/ndr)










































