Tersetrum di Jembatan, Keluarga Ebon Bisa Tuntut Pemerintah!

Tersetrum di Jembatan, Keluarga Ebon Bisa Tuntut Pemerintah!

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2012 13:44 WIB
Tersetrum di Jembatan, Keluarga Ebon Bisa Tuntut Pemerintah!
Jakarta - Duka mendalam menyelimuti keluarga Ebon (21) di Cirebon. Wong cilik yang mengais rezeki sebagai petugas kebersihan ini meregang nyawa karena tersetrum listrik di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jl Terusan Kuningan. Semestinya di sebuah fasilitas publik, keselamatan harus diutamakan. Musibah yang menimpa Ebon menunjukkan ada kelalaian dari pemerintah.

"Ebon bisa menuntut," kata cawagub independen yang maju di Pilkada DKI, Biem Benjamin, Selasa (10/4/2012).

Biem menjelaskan, warga, apalagi di Ibukota tentu harus mendapatkan pelayanan yang baik. Keselamatan fasilitas umum harus menjadi perhatian utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hak warga mendapatkan fasilitas pelayanan yang baik. Kalau terjadi seperti Ebon itu, pemerintah harus bertanggung jawab," terangnya.

Yang utama juga, lanjut Biem, jangan dilupakan faktor kenyamanan. Di jembatan penyeberangan di Jakarta, bahkan di jalan protokol banyak terdapat pengemis, pedagang kaki lima, dan bahkan orang gila yang mengganggu kenyamanan.

"Itu yang harus dibersihkan," tegas pasangan cagub Faisal Basri ini.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Ebon layak mendapat kompensasi karena keteledoran Pemprov DKI dalam menjaga keamanan fasilitas umum.

"Secara umum Pemprov DKI harus bertanggung jawab. Itu keteledoran dalam merawat infrastruktur karena ada aliran listrik yang mengalir ke tempat yang tidak seharusnya. Pemprov harus bertanggung jawab dalam bentuk kompensasi pada korban," kata pengurus YLKI, Tulus Abadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (10/4/2012).

(ndr/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads