Dalam aksinya, puluhan massa membawa spanduk dan poster bertuliskan pesan penolakan RUU PT yang dinilai akan mengkomersilkan pendidikan. Kedua kelompok ini menggelar mimbar bebas di tengah ruas jalan di bawah fly over. Aksi ini berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.
Koordinator lapangan Sekber Perjuangan Rakyat Sulsel, Dony, menyebutkan pemerintahan SBY-Boediono bersekongkol dengan agen-agen neoliberalisme yang akan menjadikan RUU PT sebagai pintu gerbang pencabutan subsidi pendidikan yang merupakan tanggung jawab negara dengan membentuk otonomisasi kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai berunjuk rasa di fly over, massa Gerakan Rakyat Anti Neoliberalisme melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Sulsel yang lokasinya berdekatan dengan fly over Urip Sumoharjo.
(mna/try)











































