"Kita sudah mengamati dan memeriksa rekaman CCTV tersebut, ada beberapa gambaran korban dan pelaku. Ini kita analisa dalam kaitan perbuatan itu sendiri dan yang lewat di SPBU itu apakah terkait atau tidak," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Dalam rekaman tersebut, tampak sekitar 15-20 motor masuk ke SPBU Shell sekitar pukul 02.30 WIB. Puluhan orang masuk secara serentak ke minimarket yang terletak di SPBU tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, selang beberapa menit kemudian, gerombolan pria bermotor itu kembali masuk ke minimarket di SPBU tersebut. Mereka kemudian menarik keluar 4 remaja yang bersembunyi di minimarket tersebut.
Para pelaku kemudian menganiaya empat korban yang masih remaja. Para remaja itu ditendang, dipukul dengan tangan kosong dan juga kayu serta parang.
Dua korban kemudian dibawa oleh pelaku naik motor. Sementara dua lainnya ditemukan tergeletak di lokasi. Satu korban bernama Sholeh (17) tewas dengan kondisi luka mata tertusuk, sementara dua korban lainnya yakni Zaenal (18) dan Reza (19) mengalami luka tusuk pada tengkuk dan kepala.
Rikwanto menyatakan, peristiwa pengeroyokan di SPBU tersebut berkaitan dengan peristiwa sebelumnya pada Sabtu (31/3) pukul 02.30 WIB di Pademangan, Jakarta Utara. Polisi meduga, peristiwa pengeroyokan di SPBU itu merupakan aksi balas dendam peristiwa sebelumnya yang terjadi di Pademangan, Jakut di mana seorang anggota TNI AL, Kelasi Arifin tewas setelah dikeroyok sekelompok pemuda.
"Tiga kejadian di Pademangan, SPBU Sunter dan Kemayoran berkaitan," ujarnya.
(mei/ndr)











































