YLKI: Korban Tewas Tersetrum di JPO Harus Dapat Santunan Pemprov DKI

YLKI: Korban Tewas Tersetrum di JPO Harus Dapat Santunan Pemprov DKI

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2012 12:12 WIB
YLKI: Korban Tewas Tersetrum di JPO Harus Dapat Santunan Pemprov DKI
Jakarta -

M Ebon, seorang petugas kebersihan, meregang nyawa lantaran tersetrum di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Terusan Kuningan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Ebon layak mendapat kompensasi karena keteledoran Pemprov DKI dalam menjaga keamanan fasilitas umum.

"Secara umum Pemprov DKI harus bertanggung jawab. Itu keteledoran dalam merawat infrastruktur karena ada aliran listrik yang mengalir ke tempat yang tidak seharusnya. Pemprov harus bertanggung jawab dalam bentuk kompensasi pada korban," kata pengurus YLKI, Tulus Abadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (10/4/2012).

Tulus juga mendesak Pemprov DKI untuk mengaudit ulang kondisi listrik di tempat umum, apakah masih bagus atau sebaliknya membahayakan. Sebab saat cuaca ekstrem seperti sekarang ini harus diperhatikan hal-hal terkait kesiapan infrastruktur yang berpotensi membahayakan publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan terkait sama penerangan jalan umum (PJU), berarti itu tanggung jawab DKI. Kalau PLN lebih ke industri, rumah, perkantoran dan sebagainya," sambungnya.

Terkait besaran santunan kepada Ebon, menurut Tulus harus dilihat regulasinya. Sebab untuk korban yang tertimpa pohon roboh mendapat santunan Rp 10 juta.

"Terus kalau yang meninggal kesetrum di tempat umum begitu berapa? Ini harus ada regulasinya. Kalau belum ada regulasi harus dibuat regulasinya sebagai payung hukum," ucap Tulus.

M Ebon (21), seorang petugas kebersihan, tewas akibat tersetrum aliran listrik di JPO di Jalan Terusan Kuningan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Ebon tewas setelah memegang besi pegangan jembatan itu. Kanit Reskrim Polsek Mampang AKP Nurdin mengatakan, pada Senin (9/4) kemarin Ebon sedang membersihkan gorong-gorong di lokasi itu. Kemudian dia istirahat sebentar di dekat jembatan penyeberangan itu. 

"Pas istirahat dia memegang besi jembatan itu lalu kesetrum," kata Nurdin.

Menurut Nurdin, aliran listrik yang mengenai Ebon muncul akibat korsleting listrik di bawah tanah. "Kemarin sudah diperbaiki," katanya.

Selama perbaikan instalasi listrik di bawah tanah itu, petugas menjaga jembatan agar tidak ada yang menyentuh atau lewat. Hari ini, jembatan itu telah aman dari aliran listrik. "Sudah aman, sudah benar," katanya.

Sementara itu, PLN mengirimkan tim untuk menginvestigasi insiden itu.

(/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini