Evrin Tumanggor, saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda, Jl. Bilal, Medan. Dia tidak mengalami luka yang serius maupun patah tulang. Hanya saja dia sering menjerit-jerit begitu tersadar dari pingsannya.
"Kondisinya masih depresi, kadang menjerit-jerit," kata Kiki, salah seorang perawat yang menangani Evrin.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, saat kebakaran itu, Evrin berusaha menyelamatkan diri. Dia naik ke atap gedung rumah toko (ruko) berada di Jl. Yos Sudarso, Brayan tersebut, kemudian melompat dari lantai 3. Lantas warga membawanya ke rumah sakit.
Kebakaran itu diketahui sekitar pukul Selasa pagi sekitar pukul 05.00 WIB, dan api berhasil dipadamkan petugas pemadam sekitar satu jam kemudian. Dalam kejadian ini tujuh orang meninggal dunia. Para korban tewas kemudian dibawa ke RSU Pirngadi, Jl. HM Yamin, Medan, untuk diautopsi.
(rul/trw)











































