Kontrol atas jembatan penyeberangan orang (JPO) harus dilakukan secara rutin. Hal ini penting untuk menghindari insiden tersetrumnya pejalan kaki yang tengah melintas. Selain kontrol, pemeliharaan jembatan juga harus dilakukan secara bersamaan.
"Dugaan saya tidak dilakukan kontrol secara rutin sehingga terjadi itu (insiden orang tersetrum) dan banyak keluhan soal jembatan penyeberangan. Dishub perlu melakukan kontrol secara rutin melalui staf atau melalui tender," kata pengamat transportasi, Dharmaningtyas, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (10/4/2012).
Selain kontrol, pemeliharaan jembatan mutlak dilakukan secara bersamaan. Kontrol dilakukan untuk mengetahui kelayakan suatu JPO. Sehingga jika ada sesuatu yang bisa membahayakan pengguna JPO bisa segera diperbaiki. Sedangkan pemeliharaan ada kaitan dengan perbaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
M Ebon (21), seorang petugas kebersihan, tewas akibat tersetrum aliran listrik di JPO. Ebon tewas setelah memegang besi pegangan jembatan itu. Kanit Reskrim Polsek Mampang AKP Nurdin mengatakan, pada Senin (9/4) kemarin Ebon sedang membersihkan gorong-gorong di lokasi itu. Kemudian dia istirahat sebentar di dekat jembatan penyeberangan itu.
"Pas istirahat dia memegang besi jembatan itu lalu kesetrum," kata Nurdin.
Menurut Nurdin, aliran listrik yang mengenai Ebon muncul akibat korsleting listrik di bawah tanah. "Kemarin sudah diperbaiki," katanya.
Selama perbaikan instalasi listrik di bawah tanah itu, petugas menjaga jembatan agar tidak ada yang menyentuh atau lewat. Hari ini, jembatan itu telah aman dari aliran listrik. "Sudah aman, sudah benar," katanya.
Sementara itu, PLN mengirimkan tim untuk menginvestigasi insiden itu.
(/nwk)










































