Salah satu suara keras muncul dari Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung. Akbar menilai JK bukanlah kandidat remeh capres, semestinya Ical tak buru-buru mengajukan diri menjadi capres.
"Kalau pilpres kan itu masih lama. Masih ada mekanisme survei. Pak JK juga ada survei dan survei beliau cukup bagus,"kata Akbar kepada detikcom, Selasa (10/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah kita menafikkan survei terhadap Pak JK? Kan tidak bisa. Pak JK juga mantan Ketua Umum Golkar dan berulangkali menyatakan kesiapannya menjadi capres,"kata Akbar.
Menurut dia, mending diadakan pembicaraan khusus sembari menunggu rakornas Oktober mendatang. Membiarkan kader Golkar memilih siapa capres yang paling didukung dan paling kuat.
"Kita sepakati dulu, kita selesaikan dulu. Apakah tidak buru-buru, apakah tidak sebaiknya rakornas Oktober," tandasnya.
(van/nrl)










































