"Target dari Ical mengamankan keputusan resmi partai. Kalau itu sudah ada, maka yang lainkan tidak bisa mengutak-atik. Kayaknya tidak penting apakah namanya di urutan satu atau dua, yang penting mengamankan keputusan partai," ujar pengamat politik Andrinof Chaniago saat berbincang dengan detikcom, Selasa (10/4/2012).
Menurut Andrinof, sebagai seorang ketua umum, tentunya Ical tidak akan melepaskan jatah pencalonan capres. Apalagi pemilik usaha Bakrie itu telah mengeluarkan modal yang cukup banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau untuk menang memang lebih siapkan skenario kedua. Sebaiknya menyiapkan apakah mendukung calon lain atau pada posisi R1 2," tambahnya.
Selain itu, kepercayaan masyarakat kepada Ical juga dinilai kurang jika Golkar tetap mengusung Ical sebagai capres Golkar.
"Tidak ada apapun yang bisa mendongkrak elektabilitas, sudah habis. kalo ditambah jor-joran kampanye tidak ada pengaruhnya," kata Andrinof.
Seperti diketahui, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung meminta Ical tidak buru-buru menggelar Rapimnassus untuk pencapresannya. Menurut dia, survei bahwa elektabilitas Jusuf Kalla (JK) cukup bagus tak boleh dinafikan.
"Pak JK juga ada survei dan survei beliau cukup bagus. Bagaimana survei dua tokoh ini yang kelihatannya cukup bagus. Walaupun saya juga masuk paling tidak survei 2 tokoh ini lebih bagus dari saya. Ini kan perlu diselesaikan, apakah kita menafikan survei Pak JK, kan tidak bisa kan," kata Akbar.
Menurut dia, Jusuf Kalla juga punya pendukung di Golkar. JK juga mantan Ketua Umum Golkar yang mesti dihormati.
"Pak JK juga mantan Ketua Umum Golkar dan dia berulang kali menyebutkan kesanggupan. Kita sepakati dulu, kita selesaikan dulu. Apa perlu buru-buru? Apa tidak Rakornas Oktober saja?" terangnya.
(tfq/rmd)










































