Calon Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengatakan akan menerima kekalahan dalam pilgub Aceh tahun ini. Namun dengan catatan, jika kekalahan itu merupakan kekalahan yang wajar.
“Kalau kalah saya wajar, saya akan terima. Namun apabila kekalahan saya itu tidak wajar, maka saya tidak akan pernah mau terima, karena saya akan gugat itu,” ujar Irwandi saat dihubungi detikcom, Senin (9/4/2012) malam.
Menurut mantan Gubernur Aceh itu, selama ini timsesnya mengakui menerima sejumlah intimidasi sejak masa kampanye hingga menjelang hari pencoblosan. Dia mencontohkan peristiwa penculikan dan penganiayaan terhadap dua anggota timsesnya oleh timses cagub lain di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Minggu (8/4) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya tentang perolehan sementara dirinya, Irwandi menjawab singkat. “Silakan lebih jelas tanyakan ke Kantor Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) Aceh atau datangi kantor seuramo Pusat Kemenangan Irwandi-Muhyan di Ulee Kareng, Banda Aceh,” jawabnya.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil Quick Count sementara yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), pasangan Zaini-Muzakir memperoleh dukungan teratas dengan perolehan suara 52,92 persen. Disusul pasangan Irwandi-Muhyan di urutan kedua dengan perolehan 32,80 persen dan pasangan Muhammad Nazar-Nova Iriansyah di urutan ketiga dengan perolehan 7,98 persen.
Jubir Dalam Perhitungan Partai Aceh, Zaini-Muzakir juga unggul sementara dengan perolehan 53,91 persen suara. Posisi kedua ditempati Irwandi-Muhyan dengan perolehan 31.31 persen, Nazar-Nova 8,17, Darni Daud-Ahmad Fauzi 4,13 persen, dan Ahmad Tajudin-Suriansyah 2,48 persen.
Perhitungan itu berdasarkan data dari 10,62 persen suara yang masuk dari 1039 TPS dengan jumlah suara sah 194.633.
(rmd/rmd)










































