"Kita duga ada pembalasan, ada kumpul-kumpul, ada trek-trekan sebelumnya sehingga kadang-kadang ada yang bersinggungan antara komunitas-komunitas itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/4/2012).
Rikwanto mengatakan, dalam penyelesaian perselisihan tersebut, kedua kelompok geng motor ini tidak menemui titik temu, sehingga keduanya melakukan tindakan di luar hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa pengeroyokan di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran pada Minggu (8/4) dini hari lalu mengakibatkan empat warga sipil mengalami luka-luka. Para korban masing-masing bernama Muhamad Syarif luka sobek sebelah mata kanan (dibawa ke RS Islam), Mul luka sobek punggung kiri, Fajri Cesar sobek punggung kanan dan Reza Palupi luka tusuk di punggung (dibawa ke RSCM).
1 Unit motor Yamaha Cripton B 3186 PX dibakar dalam peristiwa itu. Pelaku berjumlah sekitar 30 orang menggunakan motor.
Peristiwa itu diduga merupakan akumulasi pembalasan dari peristiwa pada dua pekan sebelumnya. Pada Sabtu (31/3) dini hari lalu, seorang anggota TNI AL bernama Arifin tewas setelah dikeroyok sekelompok orang di Pademangan, Jakarta Utara. Pelaku saat ini belum tertangkap.
Sepekan setelah kematian Arifin, tiga remaja mengalami luka, dikeroyok sekelompok orang saat nongkrong di Jalan Danau Sunter Utara, depan SPBU Sjell, Jakut pada Sabtu (7/4). Tiga remaja yang yakni Soleh, 17 th (tewas), Zaenal, 18 th (luka kepala), dan Reza, 19 th (luka tusuk pada tengkuk).
Namun, terkait hubungan kematian anggota TNI AL dengan peristiwa pengeroyokan di Sunter dan Kemayoran, Kadispen TNI AL, Laksamana Untung Surapati membantah hal itu.
"Menduga-duga boleh saja, tapi saya rasa itu tidak ada kaitannya. Hal itu perlu pembuktian," kata Untung saat dihubungi kemarin.
(mei/nal)










































