"Siapapun yang jadi (menteri), hak presiden. Beliau (SBY) mau menempatklan siapa hak dia. Tapi misalnya dilihat situasi sebaiknya profesional saja supaya tidak terjadi pergeseran parpol," ujar Wakil Ketum Demokrat Max Sopacua saat dihubungi wartawan, Senin (9/4/2012).
Menurut dia, pemilihan kalangan profesional secara tidak langsung menepis opini yang menyebut SBY akan bagi-bagi jatah kursi bila PKS akhirnya hengkang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketum Golkar Aburizal Bakrie kemarin (8/4) menegaskan partainya tidak menerima tawaran kursi menteri dari Presiden SBY. Di kabinet PKS memiliki 3 menteri yaitu Menkominfo Tifatul Sembiring, Mentan Suswono dan Mensos Salim Segaf Al Jufri.
"Enggak ada, beliau (SBY) tidak pernah menawar-nawarkan," kata Ical. Bahkan dalam rapat setgab koalisi di kediaman SBY pada 3 Maret 2012 lalu, Ical mengusulkan agar kursi menteri yang akan ditinggalkan PKS diisi kaum profesional.
"Waktu itu mengatakan di koalisi, sebaiknya kalau memang ada pergantian, sebaiknya isi saja dari kalangan profesional," imbuhnya.
(fdn/ndr)











































