Meski harus mengerjakan soal sedemikian banyak, namun Hendardji mengaku tidak bingung. "Tidak, sudah biasa," ujarnya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012).
Proses pemeriksaan kesehatan berjalan dengan lancar. Seperti bakal calon lainnya, Hendardji juga diperiksa secara keseluruhan. "Darah diambil, air seni, pemeriksaaan mata, THT, penyakit dalam, pemeriksaan psikologi, semua diperiksa nggak ada yang terlewat," terangnya.
Bagaimana kondisi jantung? "Tadi dokter mengatakan jantung saya masih bagus karena saya biasa oleh raga. Berenang pun saya masih tahan 1 km nonstop gaya bebas. Kalau saya jantungan sudah nggak kuat berenang lagi," ucap Hendardji yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini.
Saat pemeriksaan kesehatan, adik kandung mantan Jaksa Agung Hendarman Soepandji ini mengaku tidak sempat mengobrol dengan bakal calon lainnya. Maklum, waktunya sangat sempit. Mereka hanya berpapasan di jalan.
"Kalau ngobrol lama kan waktunya nggak sempat. Jadi nggak mungkin untuk satu pembicaraan karena waktunya nggak lama," terang eks Danpuspom TNI ini.
Terkait survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan pasangan Hendarman-A Riza Patria di posisi buncit, Hendardji tak mau ambil pusing. Sebab menurutnya saat ini sedang terjadi perang survei.
"Pertama ada survei yang menangkan independen. Kemudian ada lagi hasil survei yang bertentangan dengan sebelumnya. Kejanggalan yang kedua, masa dari 8 juta pemilih hanya diambil sampel 404 orang. Biasanya kan 1.200 orang sehingga mewakili segmen-segmen yang ada. Tapi biarlah, saya tidak akan mempermasalahkan hasilnya," tutur dia.
(/nrl)











































