"Sekali lagi itu gerombolan. Nanti akan kita lakukan pendekatan hukum," kata Kapolri saat ditanya seputar pelaku penembakan yang menewaskan 1 orang tersebut.
Hal ini disampaikan Kapolri di sela-sela acara HUT TNI AU di Pangkalan Skuadron Udara II Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (9/4/2012).
Kapolri mengatakan semua pihak mengutuk kekerasan itu.
"Itu pesawat sipil. Artinya, semua mengutuk perbuatan itu dan semua anggota kita di Papua dan satuan TNI sedang melakukan langkah-langkah penyelidikan. Penyelidikan dipimpin Kapolres Puncak Jaya," papar Kapolri.
Ke depan, menurut dia, diperlukan pengamanan terhadap semua kegiatan yang ada di Puncak Jaya.
Ketika ditanya berapa jumlah personel yang dikerahkan, Kapolri menjawab hal itu disesuaikan dengan kondisi.
Kapolri mengaku penyelidikan terkendala medan yang berat. "Kita juga tempatkan personel pada titik Puncak Jaya, termasuk yang ada di daerah selatan Freeport," ujar Kapolri.
Apa pelakunya sama dengan penembakan sebelumnya? "Kita tunggu hasilnya," jawab Kapolri.
Penembakan pesawat twin otter Trigana Air terjadi sekitar pukul 08.21 WIT, Minggu (8/4). Pesawat ditembak saat mendarat. Akibat insiden ini, satu orang bernama Leiron Kogoya Muliambut (35) tewas terkena peluru di bagian leher kanan. Sementara empat orang lainnya terluka, termasuk kapten dan kopilot.
(/)











































