"Sejak Mei 2003 sampai dilantik (jadi deputi gubernur senior BI-red) Juli 2004 saya menjabat jadi komisaris Rabobank dan konsultan ABN Amro di Belanda," ujar Miranda yang menjadi saksi di persidangan Nunun Nurbaetie, Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2012).
Selain menjabat di 2 posisi itu, Miranda juga menjadi staf pengajar di FE UI. Kegiatan ini dilakukan setelah dia sempat gagal duduk menjadi gubernur BI tahun 2003.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pemilihan untuk gubernur BI Miranda mengaku banyak sakit hati. Karena di saat fit and proper test yang disiarkan secara live pertanyaan anggota Dewan justru tidak menyentuh kapabilitas dirinya sebagai calon gubernur BI.
Berdasarkan pengalaman inilah, Miranda yang dicalonkan lagi untuk menjabat deputi gubernur senior BI di tahun 2004 berkeinginan untuk menjalin komunikasi lebih dulu dengan anggota DPR. Miranda berharap dalam fit and proper test berikutnya pertanyaan ke dirinya harus sesuai dengan kapabilitas Miranda.
"Saya ingin yakinkan kepada anggota DPR jika ingin tanyakan hal pribadi saya tak ikut fit and proper test. Saya sudah memiliki kerja yang lebih baik," tuturnya.
(gah/vit)











































