Seperti diceritakan Didik, saksi yang juga warga Tanjung Duren Utara I, awalnya pria yang mengendarai sepeda motor Honda Absolute Revo merah-hitam B 3119 BLI dengan kecepatan tinggi dari arah Citraland. Ketika melewati belakang Apartemen Grand Tropic, pria itu menyenggol pesepeda.
"Tukang ojek kemudian berteriak untuk menghentikan motornya, namun dia berusaha kabur," jelas Didik di lokasi, Minggu (8/4/2012) sekitar pukul 19.15 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didik semula mengira, pria itu berniat menabrak lari pesepeda. Setelah didekati, warga pun menggeledah ransel hitam yang dibawa pria itu.
"Isinya ternyata sejumlah spion," jelas Didik.
Warga pun makin geram dan memukuli pria itu. Apalagi ketika ditanya SIM dan STNK, pria itu tak bisa menunjukkannya.
"Ampun Pak, jangan kasar Paakk," rengek pria yang mengenakan kemeja hitam dan celana jins ini dengan muka yang sudah berdarah.
"Spionnya dari mana?" tanya warga.
"Dari belakang Indosiar," jawab pria itu.
"Melakukannnya sendiri atau bareng teman-teman?" tanya warga lagi.
"Sendiri," jawab pria itu.
Dari kartu identitas di dompetnya, diketahui pria itu berinisial F, warga Cengkareng. Memiliki tinggi 165 cm, tato di punggung, serta rambut gondrong. Dia lalu digiring oleh warga dan ditelanjangi. Sekitar pukul 19.00 WIB, 2 personel polisi dari Polsek Tanjung Duren. F kemudian dibawa ke Polsek Tanjung Duren dengan Toyota Avanza hitam.
(nwk/ega)










































