Insiden Trigana, Suplai Logistik ke Puncak Jaya Terhambat

Insiden Trigana, Suplai Logistik ke Puncak Jaya Terhambat

Muhammad Iqbal - detikNews
Minggu, 08 Apr 2012 16:13 WIB
Insiden Trigana, Suplai Logistik ke Puncak Jaya Terhambat
Jakarta -

Pesawat udara adalah transportasi utama di daerah perintis di Papua. Gangguan di moda pengangkutan ini akan mengganggu suplai logistik masyarakat, sebagaimana yang terjadi menyusul penembakan pesawat twin otter Trigana Air di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua.

"Satu-satunya jalan menuju Puncak Jaya adalah lewat udara, tapi karena hari ini tidak ada penerbangan, jadi suplai untuk warga sedikit terhambat," ujar Kabid Humas Polda Papua AKBP Yohanes Nugroho pada detikcom, Minggu (8/4/2012).

Menurutnya, biasanya dalam sehari ada tiga maskapai komersil yang melayani penerbangan dari dan menuju Puncak Jaya. Pesawat-pesawat tersebut selain digunakan untuk mobilitas warga, juga menjadi alat untuk menyuplai logistik warga Puncak Jaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum ada informasi kapan (bandara) akan dibuka, yang pasti semua penerbangan dihentikan untuk sementara. Bagaimana besok, kita lihat nanti," ujar Yohanes.

Pemerintah Indonesia lewat Menko Polhukam menyesalkan dan mengutuk penembakan itu. Djoko menuturkan, pesawat udara ini terutama di pedalaman Papua diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat Papua, baik bahan makanan pokok maupun BBM.

"Perbuatan seperti ini sangat mengganggu upaya pemerintah dalam prioritas pembangunan di Papua," kata Djoko.

Penembakan pesawat Trigana Air terjadi sekitar pukul 08.21 WIT. Pesawat ditembak saat mendarat. Akibat insiden ini, satu orang bernama Leiron Kogoya Muliambut (35) tewas terkena peluru di bagian leher kanan. Sementara empat orang lainnya terluka, termasuk kapten dan kopilot.

(nrl/nrl)


Berita Terkait