"Saya tegaskan kepada sponsor jika ingin memberikan sumbangan berdasarkanlah pada kepentingan yang besar, kepentingan warga Jakarta," tegas Hidayat usai jalan sehat bersama warga Warakas, Jl Warakas, Tj Priok, Jakarta utara, Minggu (8/4/2012).
Ia mengatakan, jika terpilih nanti ia siap diawasi warga dan DPRD DKI Jakarta terkait soal utang parpol tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat mengatakan, dana kampanye pihaknya yang berjumalah Rp 53 miliar, merupakan dana resmi dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Dana tersebutberasal dari partai, uang pribadi, dan sumbangan para sponsor.
"Saya pastikan dana itu tidak ada yang melanggar hukum. Artinya bukan uang korupsi dan money laundering," ucapnya.
Sebelumnya, sejumlah pengamat politik mengatakan, cagub asal parpol akan memiliki utang budi terhadap partai pengusungnya. Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menyatakan siapa pun yang jadi Gubernur DKI dari parpol, seolah menjadi tawanan.
"Oleh karena itu, yang dibutuhkan ialah gubernur yang mampu berkata tidak untuk sponsornya dana atasan politiknya," kata Burhan usai diskusi 'Untuk Jakarta Lebih Baik' di Galeri Cafe, TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta, silam.
(/)










































