Menurut pakar Psikologi Forensik dari Universitas Bina Nusantara, Reza Indragiri Amriel, ada baiknya Menkum HAM tidak hanya memfokuskan pencarian fakta terhadap kabar penamparan saja, namun melakukan audit standar atau sistem pengamanan lapas Pekanbaru beserta para personelnya.
"Rombongan BNN bisa sampai melompat pagar 1,5 meter tanpa tercegah sama sekali dan waktu bermenit-menit sebelum pintu dibuka, bisa jadi merupakan tanda ketidaksiagaan personel Lapas Pekanbaru dan tidak adanya standar respons terhadap ancaman bahaya," papar Reza, Minggu (8/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, menginggat penjara identik dengan kekerasan, terlalu cengeng kesannya jika otoritas lapas setempat justru memperheboh 'sebatas' ikhwal penamparan," ujar Reza.
Dia menduga sikap lapas tersebut merupakan bentuk resistensi terhadap sidak-sidak BNN di pemasyarakatan yang notabene mengusik stabilitas 'bisnis' di dalam penjara.
Reza mengapresiasi langkah BNN dalam melakukan operasi diam
(ahy/nrl)











































