Polisi Ringkus Perampok Anak Bupati Teluk Wondama Papua Barat

Polisi Ringkus Perampok Anak Bupati Teluk Wondama Papua Barat

AS Yusuf - detikNews
Minggu, 08 Apr 2012 02:10 WIB
Manado - Gerak cepat polisi mengejar perampok anak Bupati Teluk Wondama Papua Barat, membuahkan hasil. Enam jam setelah kejadian perampokan yang dialami putra Bupati Teluk Wondama Papua Barat, polisi berhasil meringkus kawanan perampok tersebut.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Urban Malalayang Iptu Ruddy Raranta penangkapan dua pelaku dilakukan di kelurahan Ranotana Weru kecamatan Wanea, Sabtu (7/4/2012) pukul 21.00 WITA.

"Pelakunya sudah ditangkap bersama mobil yang digunakan merampok. Mereka adalah RG (21) dan FR (22),” ujar Raranta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penangkapan itu berdasarkan koordinasi jajaran Polresta Manado yang memblokir akses jalan keluar Kota Manado.

“Sekitar jam 7 malam, mobilnya terlihat di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB). Setelah dicocokkan dengan keterangan korban, mobil itu langsung dibuntuti,” terangnya.

Rute yang dilalui pelaku terbilang agak jauh, yaitu melewati jalan Toar – 17 Agustus – A Mononutu – Pasar Karombasan dan berhenti di belakang kantor Komando Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Wanea.

“Rupanya pelaku tinggal disitu, saat ditangkap, istri dan anaknya keluar rumah dan menanyakan ada apa dengan suaminya,” tandas Raranta.

Setelah digeledah, di dalam mobil terdapat barang bukti berupa Laptop Compact, Blackberry Dacota dan Tourch, Samsung, I-phone, kamera digital Canon dan kamera pocket merek Nixon. Selain itu, pisau yang digunakan pelaku merampok, juga ditemukan di bawah jok mobil.

Salah satu pelaku, FR yang sempat diwawancarai detik.com di Polsek Malalayang mengaku barang akan dijual ke pusat kota 45, namun belum menemui kecocokan harga. Sedangkan mobil yang digunakan adalah mobil sewaan yang sudah empat hari belum dibayarkan.

“Kalau sudah laku, baru uang sewa mobil dilunasi,” aku FR.

Sementara Kapolsek Urban Malalayang, Kompol Andrian Syah mengatakan meski pelakunya sudah tertangkap, tapi pihaknya masih akan terus mengungkap siapa tahu kelompok ini mempunyai jaringan.

“Masih kami dalami, kalian tunggu sajalah sampai pemeriksaannya selesai,” imbuhnya.

(ahy/ahy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini