Pemberantasan Narkoba Hanya Efektif dengan Operasi Kedap

Pemberantasan Narkoba Hanya Efektif dengan Operasi Kedap

- detikNews
Sabtu, 07 Apr 2012 06:01 WIB
Jakarta -

Metode pemberantasan narkoba yang ditempuh oleh Kemenkum HAM dan BNN dinilai terbukti cukup efektif, terlepas dari kontroversi seputar isu pemukulan di dalamnya. Pemberantasan narkoba dengan metode silence operation itu dinilai cukup berhasil.

"Sidak dengan cara "business as usual" terbukti bocor dan tidak menuai hasil. Saya mengapresiasi Menkumham yang akan melanjutkan sidak, namun menurut saya tidak ada keperluannya merubah SKB antara BNN dan Kemenkumham hanya karena protes dan tuduhan oknum-oknum lapas terhadap Wamenkumham," tutur mantan anggota satgas pemberantasan mafia hukum, Mas Ahmad Santosa, di Jakarta, Sbtu (7/4/2012).

Pria yang akrab disapa Ota ini mengatakan, pemberantasan narkoba di Lapas harus tetap dilakukan dengan cara yang sangat rahasia. Selain itu, juga diperlukan ketegasan terhadap temuan dari operasi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemberantasan narkoba di Lapas harus terus dilakukan dengan cara yang sangat rahasia, kedap dan dengan cara-cara yang tegas. Termasuk menangkap dan memberhentikan oknum petugas dan pejabat Lapas yang memfasilitasi transaksi narkoba," papar Ota.

Menkum HAM Amir Syamsuddin minggu depan akan mengaktifkan lagi MoU yang dibekukan menyusul insiden penggerebekan narkoba oleh Wamen Denny Indrayana di LP Pekanbaru itu.

"Saya sudah bertemu dengan BNN dan sepakat sebelum hari Rabu depan sudah ada pegangan baku dan lebih efektif dalam melanjutkan upaya besar pemberantasan narkoba ke depan," ujar Amir di kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2012) lalu.

Menurut Amir, MoU itu disempurnakan lagi agar terhindar dari peristiwa seperti yang terjadi di LP Pekanbaru. "Jadi untuk penguatan," kata advokat nonaktif ini.

Seperti diberitakan, Menkum Amir Syamsuddin didampingi Dirjen Pemasyarakatan (Pas) Sihabudin serta disaksikan para pegawai pada Rabu (4/4) kemarin mengadakan jumpa pers. Amir mengumumkan pembentukan TPF insiden sidak wakilnya (Denny Indrayana) dan membekukan MoU instansinya dengan BNN yang baru berusia 4 bulan.

Sidak Denny bersama BNN di LP Pekanbaru pada Senin dinihari lalu sukses menciduk 3 napi yang bertindak sebagai bandar narkoba dan 1 sipir yang diduga kaki tangan bisnis narkoba. Sidak ini diwarnai insiden pemukulan yang sempat melahirkan ancaman "gerakan" 30 ribu sipir.

(/mei)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini