Jenazah Wawan yang tercatat sebagai warga Parepare itu ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA oleh warga yang bermukim di sekitar sungai. Temuan itu segera dilaporkan ke kepolisian terdekat.
"Jenazahnya ditemukan di sekitar sungai itu, tidak jauh dari lokasi saat dia melompat dari atas kapal," kata Kapolsek Pelabuhan Samarinda, AKP Yos Salatta, ketika dihubungi detikcom, Jumat (6/4/2012) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia diduga depresi. Karena memang dari pemeriksaan saksi yang kita lakukan, gejala depresi dia sudah terlihat sebelum berangkat (kapal masih bersandar di pelabuhan)," ujar Yos.
Keterangan diperoleh detikcom, Wawan nekat melompat saat sedang berlangsung pemeriksaan tiket penumpang oleh petugas yang berada di atas kapal. Yos membantah saat ditanya terkait hal itu.
"Tidak benar itu. Justru korban adalah petugas tiket di atas kapal. Sekali lagi diduga dia mengalami depresi," jawab Yos.
Perbuatan nekat Wawan yang melompat dari atas kapal, sudah dilaporkan dan diketahui administrator pelabuhan Samarinda sebagai pelaksana pengawasan lalu lintas perairan sungai.
Setelah berhasil dievakuasi, kini jenazah Wawan masih berada di kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda untuk menjalani visum.
"Tidak, tidak ada tanda-tanda kekerasan dari fisik jenazah Wawan. Karena memang dia melompat dari atas kapal dan dipertegas keterangan saksi-saksi," tutup Yos.
(rmd/rmd)











































