"Denny ini wamen yang sangat saya butuhkan, banyak tugas penting yang dia tangani. Saya bela Denny," tegas Amir di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (5/4/2012).
Menurutnya, terlalu banyak informasi simpang siur dalam insiden sidak di LP Pekanbaru hingga menggeser fokus utama, yakni pemberantasan sindikat pengedar narkoba di penjara. Seperti tudingan Denny ke Pekanbaru menyewa pesawat pribadi yang biayanya sudah pasti terlalu tinggi untuk sekedar inspeksi mendadak ke LP bersama jajaran BNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung dugaan penamparan, mantan praktisi hukum ini menyatakan, Denny telah melaporkan kronologi kejadian. Pelaku penamparan adalah ajudan Denny. Namun Denny sudah menyampaikan permintaan maaf dan menurutnya sipir yang menjadi korban penamparan juga sudah memaafkan.
"Denny sudah menyampaikan permintaan maaf karena tindakan yang diambil ajudannya. Yang mendapat perlakuan, sipir itu juga sudah memaafkan," papar Amir.
Lebih lanjut Amir mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tidak serta merta menuding lapas sebagai sarang bandar narkoba. Bahwa ada oknum sipir yang terlibat dalam sindikat pengedar narkoba di LP, namun itu hanya beberapa dan jauh lebih banyak yang tidak terlibat.
"Tidak semua rutan itu buruk atau menjadi sarang narkoba. Kalau membunuh semangat pengabdian warga pemasyarakatan, apa yang akan terjadi? Sangat menakutkan dan mengerikan bagi saya manakala ada yang menjatuhkan warga pemasyarakatan," kata Amir.
(lh/mok)











































