Istana: Reshuffle Kabinet Impikasi Rasional Perubahan Koalisi

Istana: Reshuffle Kabinet Impikasi Rasional Perubahan Koalisi

Luhur Hertanto - detikNews
Kamis, 05 Apr 2012 13:05 WIB
Jakarta - Meski isu pencopotan kader PKS dari KIB II kian santer, namun Presiden SBY belum memberi pernyataan resmi atas isu akan dicopotnya kader partai itu dari KIB II. Pihak Istana menegaskan, perombakan kabinet merupakan masalah yang perlu dipikirkan secara matang.

"Ini hari-hari penting dan presiden sedang mencari waktu untuk menyampaikannya secara terbuka pada publik," kata staf khusus presiden bidang komunikasi politik, Daniel Sparingga.

"Kita tunggu saja. Mohon publik mengerti ini keputusan penting yang harus dipikirkan secara serius," sambungnya kepada pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guru besar ilmu politik Universitas Airlangga ini menjelaskan, kebersamaan setgab koalisi diwujudkan di ranah pemerintahan dan parlemen. Di dalam pemerintahan, kader PKS bekerja dengan baik. Namun kondisi sebaliknya justru terjadi di dalam parlemen.

Sebagai mitra koalisi, PKS justru sering menunjukkan sikap politik sebagai pihak oposisi. Dampak dari kurangnya kerjasama PKS di ranah parlemen, adalah kerepotan bagi jalannya pemerintahan dan situasi politik yang tidak kondusif.

Suasana kerjasama dengan PKS di ranah parlemen yang dinilai ganjil tersebut menjadi materi pertemuan pimpinan Setgab Koalisi dua hari silam. Di dalam rapat yang berlangsung di kediaman pribadi Presiden SBY tanpa kehadiran wakil dari PKS, semua pesertanya berpendapat perlu dilakukan koreksi yang diikuti tindakan nyata berupa perumbahan kompisisi koalisi.

"Reshuffle merupakan implikasi yang masuk akal dari perubahan susunan koalisi di parlemen," tandasnya.

(lh/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini