"Banjir di sekitar Cipulir dan Pondok Labu sebagian sudah surut," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Rabu (4/4/2012).
Sutopo menjelaskan surutnya banjir dilihat dari munculnya meteran pengukur tinggi muka air sungai yang sebelumnya terendam. Surutnya air membuat warga mulai membersihkan rumah mereka, namun dinas sosial tetap menyediakan bantuan berupa 2000 nasi bungkus per hari.
"Tinggi air Kali Pesanggrahan juga sudah surut. Hal ini terlihat dari meteran pengukur tinggi muka air sungai sudah terlihat. Sebagian warga membersihkan rumah, dapur umum lapangan Dinas Sosial masih menyiapkan 2.000 nasi bungkus per hari, aktivitas warga mulai normal," jelas Sutopo.
Sutopo menyatakan korban banjir di Cipulir membutuhkan bantuan seperti makanan balita hingga pakaian dalam dan seragam sekolah, dan total jumlah warga yang menjadi korban banjir di 3 RT di Cipulir sebanyak 865 jiwa.
"Kebutuhan dasar yang dibutuhkan yaitu makanan balita, alat-alat kebersihan, selimut, daster, pakaian dalam wanita, dan seragam sekolah. Jumlah warga di 3 RT sebanyak 865 jiwa," terang Sutopo.
Sutopo pun memberikan informasi lokasi yang masih tergenang di daerah Cipulir dan Pondok Labu, walau ketinggian air sudah surut.
Daerah Cipulir meliputi:
1. RT 19/03 sebanyak 89 kk/445 jiwa. Masih tergenang dan air mengalir deras, genangan 80 cm-1 m.
2. RT 17/03 sebanyak 61 kk/305 jiwa. Sebagian surut, genangan 50 cm-80 cm.
3. RT 04/12 sebanyak 24 kk/120 jiwa. Sudah surut.
Untuk daerah Pondok Labu, Sutopo menjelaskan banjir yang menggenangi RT 9, RT 10, RT 12, RT 14 sudah surut, sedangkan di RT 11 masih tergenang 15 cm.
(/)











































