Sipir yang Ngaku Ditampar Denny Pernah Raih Medali & Berprestasi

Sipir yang Ngaku Ditampar Denny Pernah Raih Medali & Berprestasi

Rivki - detikNews
Rabu, 04 Apr 2012 16:56 WIB
Sipir yang Ngaku Ditampar Denny Pernah Raih Medali & Berprestasi
Jakarta - Menkum HAM Amir Syamsuddin membuka identitas sipir LP Pekanbaru yang mengaku ditampar Wamenkum HAM Denny Indrayana. Ia bilang, sang sipir itu berprestasi.

"Yang mengaku ditampar, ia adalah petugas sipir dan dia adalah penyandang medali yang diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM almarhum Ismail Saleh pada tahun 1986," kata Amir.

Hal ini disampaikan Amir usai jumpa pers di kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2012). Ia didampingi Dirjen PAS Sihabudin dan Inspektorat Jenderal Kemenkum HAM Sam L Tobing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, sipir tersebut juga warga kehormatan Kementerian Hukum dan HAM karena prestasinya.

"Beliau juga sudah berusia 50 tahun. Di usianya yang sudah 50 tahun, Beliau tetap mengabdi menjadi sipir," ujar Amir.

Dalam kesempatan itu, Amir mengatakan ada 3 orang warga binaan (napi) yang diangkut menyusul kejadian di LP Pekanbaru. Mereka diduga terlibat kasus pencucian uang narkoba dan masih diperiksa.

Pada Senin (2/4) dinihari Wamen Denny Indrayana dan BNN menggerebek LP Pekanbaru, Riau. Di LP itu 3 napi bandar narkoba dan 1 sipir ditangkap. Namun muncul persoalan ketika Kalapas LP Pekanbaru merasa Denny berbuat tidak sesuai prosedur. Denny dituding Kalapas melakukan penamparan. Denny sudah membantah.

Namun, Dirjen PAS Shihabudin tidak mau menerima bantahan Denny. Dia bahkan mengatakan, 30 ribu sipir kini bergerak melakukan perlawanan pada Denny. Mereka siap menunjukkan solidaritas pada rekan mereka yang dikabarkan ditampar Denny.

Sementara itu, D Sihombing mengaku sebagai sipir yang ditampar Denny. "Saya memang ditampar malam itu. Hanya satu kali penamparan yang dilakukan Pak Denny," katanya dalam keterangannya dengan wartawan, Rabu (4/4/2012) di LP Pekanbaru, Jl Lembaga, Pekanbaru.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini