"Saya memang ditampar malam itu. Hanya satu kali penamparan yang dilakukan Pak Denny," kata D Sihombing dalam keterangannya dengan wartawan, Rabu (4/4/2012) di LP Pekanbaru, Jl Lembaga, Pekanbaru.
Saat memberikan keterangan pers ini, D Sihombing ditemani sejumlah pejabat dari jajaran Kanwil Kemenkum Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mana tahu kalau yang datang itu Wamenkum. Saya sebagai petugas memang agak lambat buka pintunya, sekitar 5 menit. Karena saya juga mau pastikan benar apa tidak yang datang itu Wamenkum. Hanya ini alasan saya mengapa terlambat buka pintu," kata D Sihombing.
Karena keterlambatan itu, lanjut pria berdarah Batak ini, lantas Denny emosi. Begitu pintu dibuka, Denny langsung melakukan penamparan kewajah D Sihombing.
"Begitu masuk saya langsung ditampar," katanya.
Rupanya tindakan tersebut juga diikuti ajudan Denny. Sang ajudan juga emosi lantas menendang dengan kerasnya ke perut korban.
"Saya ditendang ajudannya dengan kuat. Saya sampai terpental ke dinding. Ini bekas luka akibat gesekan pintu masih membekas di lengan saya," kata korban sembari menunjukan bekas luka ditangan kirinya.
Walau demikian, D Sihombing tidak akan memperkarakan masalah ini. Artinya tidak akan membawa sampai ke ranah hukum.
"Jujur saya akui, saya ditampar Pak Denny dan ajudannya menendang saya juga. Tapi sudahlah, saya sudah memaafkan masalah ini," kata D Sihombing.
(cha/ndr)










































