Rektor UNS Janji akan Tinjau Ulang Kenaikan SPP dan BPI

Rektor UNS Janji akan Tinjau Ulang Kenaikan SPP dan BPI

- detikNews
Senin, 09 Agu 2004 19:03 WIB
Solo - Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak kebijakan rektor yang menaikkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan pengenaan Biaya Pengembangan Institusi (BPI) bagi mahasiswa baru, Senin (9/8/2004) siang. Kepada mahasiswa, Rektor UNS Syamsul Hadi berjanji akan meninjau ulang keputusan tersebut.Aksi mahasiswa ini merupakan kelanjutan dari aksi-aksi sebelumnya. Pada aksi terakhir Jumat (6/8/2004) lalu, mahasiswa memberikan ultimatum kepada pimpinan kampus untuk mencabut keputusan menaikkan SPP dan pengenaan biaya BPI bagi mahasiswa baru. Ultimatum itu harus dipenuhi dalam 3x24 jam terhitung sejak Jumat siang pukul 12.00 WIB.Merasa tidak direspon, Senin siang mereka kembali mendesakkan tuntutannya dengan mendatangi gedung rektorat. Namun lagi-lagi, upaya mereka untuk bertemu Rektor UNS Syamsulhadi gagal. Selain mendapati pintu gedung yang terkunci rapat, mereka juga diberitahu sang rektor saat ini sedang berada di Jakarta.Para mahasiswa kemudian menggelar mimbar bebas yang diisi orasi secara bergantian. Mereka mengecam keputusan menaikkan SPP dan mengenakan BPI kepada mahasiswa baru sebagai kebijakan cacat demokrasi karena tidak menyerap aspirasi dari civitas akademika. Lagipula mahasiswa menilai selama ini rektor tidak pernah transparan dalam menjelaskan anggaran UNS secara riil.Gagal bertemu langsung, mereka berinisiatif untuk melakukan dialog dengan rektor melalui handphone. Setelah tersambung, pembicaraan salah seorang perwakilan mahasiswa dengan rektor melalui HP itu diperdengarkan kepada seluruh mahasiswa dengan menggunakan pengeras suara.Dalam pembicaraan itu, Syamsulhadi berjanji akan meninjau ulang kebijakan menaikan SPP dan pengenaan BPI kepada mahasiswa baru. Menurut Syamsul, kebijakan itu ditempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan karena dana yang tersedia sangat terbatas dan tidak mencukupi untuk membiayai semua kebutuhan yang ada."Tapi karena ada mahasiswa yang merasa keberatan maka saya berjanji akan meninjau ulang kebijakan tersebut. Sepulang dari Jakarta nanti, saya akan membicarakan masalah ini dengan seluruh staf," kata Syamsul dalam dialognya dengan mahasiswa. Janji ini cukup memberikan harapan bagi peserta aksi yang kemudian membubarkan diri. (ani/)



Berita Terkait