Informasi yang dikumpulkan detikcom, Rabu (4/4/2012), jauh-jauh hari sebelum PKS mengambil kebijakan berbeda soal BBM dengan koalisi, menteri-menteri PKS di kabinet sudah diminta bersiap.
Sumber detikcom menyebut staf-staf ahli para menteri dari PKS sudah mulai membereskan meja kerja mereka. Barang-barang sudah dikemas dan file-file di komputer pun sudah dihapus dari komputer kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi partai meminta Ustadz Salim bersabar, menunggu SBY," terang sumber internal PKS.
Kegundahan menteri PKS sejak pekan lalu itu pun kabarnya sudah ditangkap Menko Polhukam Djoko Suyanto. Selaku menteri yang menangani bidang Polhukam, Djoko bahkan sampai menelepon menteri PKS dan meminta agar mereka bekerja seperti biasa.
Konsekuensi berbeda pandangan terkait BBM memang berimbas pada nasib 3 menteri itu. Sekretaris Setgab Syarief Hasan dan Ketua Harian Setgab Aburizal Bakrie jelas menyebut ada kontrak yang dilanggar sehingga kontrak berakhir.
Namun sayangnya, sumber resmi PKS yang dikonfirmasi soal ini tidak ada yang berkomentar. Wasekjen PKS Mahfudz Siddik yang dimintai tanggapan hanya menjawab diplomatis.
"Para menteri belum dikasih tahu, nanti kalau SBY sudah jelaskan ke pimpinan parpol. Sekarang mau kasih tahu apa? SBY belum jelaskan kok," jawab Mahfudz saat dikonfirmasi.
(ndr/vit)











































