Isu Penamparan Jangan Matikan Semangat Pembersihan Lapas dari Narkoba

Isu Penamparan Jangan Matikan Semangat Pembersihan Lapas dari Narkoba

Moksa Hutasoit - detikNews
Rabu, 04 Apr 2012 09:20 WIB
Jakarta - Sidak tim dari Kemenkum HAM dan BNN diwarnai cerita adanya dugaan penamparan yang dilakukan oleh Wamenkum HAM, Denny Indrayana, terhadap petugas Lapas Pekanbaru. Masalah itu justru jangan dijadikan alasan mematikan semangat untuk membersihkan penjara dari narkoba.

"Kejadian ini jangan sampai mematikan semangat Kemenkum HAM yang sedang melakukan tugas mulia, yaitu sidak-sidak terhadap dugaan peredaran narkoba di beberapa Lapas yang ada," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin, kepada detikcom, Rabu (4/3/2012).

"Demi pembenahan Lapas dan pembersihan Lapas dari peredaran narkoba," lanjut anggota Komisi III DPR ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Didi sendiri mengaku tidak percaya jika Denny sempat menampar petugas Lapas saat sidak dilakukan. Meski begitu, Didi mendukung adanya investigasi lebih jauh untuk mengusut persoalan ini.

"Saya meyakini Denny Indrayana bukan tipe orang yang suka cara-cara kasar dengan memukul," ujar Didi.

"Namun agar semua jelas dan agar tidak ada fitnah, perlu dilakukan langkah-langkah konfirmasi dari berbagai pihak yang mengetahui hal tersebut," tandasnya.

Pada Senin (2/4) dinihari Wamen Denny Indrayana dan BNN menggerebek LP Pekanbaru, Riau. Di LP itu 3 napi bandar narkoba dan 1 sipir ditangkap. Namun muncul persoalan ketika Kalapas LP Pekanbaru merasa Denny berbuat tidak sesuai prosedur. Denny dituding Kalapas melakukan penamparan. Denny sudah membantah.

"Tidak benar, berita yang mengatakan, saya memukuli menampar, petugas Lapas Pekanbaru. Apa iya tampang saya ini tampang suka nampar," tutur Denny kepada wartawan di kantornya.

Namun, Dirjen PAS Shihabudin tidak mau menerima bantahan Denny. Dia bahkan mengatakan, 30 ribu sipir kini bergerak melakukan perlawanan pada Denny. Mereka siap menunjukkan solidaritas pada rekan mereka yang dikabarkan ditampar Denny.

(mok/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini